BRMP Sultra Pastikan Kesiapan Bibit Kakao dan Kelapa Dalam Sebelum Salur Akhir 2026
Konawe Selatan, 22 Oktober 2026 – Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Tenggara melaksanakan monitoring lokasi pembibitan kakao milik CV Garis Indonesia dan pembibitan kelapa milik CV Lintas Kebun Indonesia di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Kamis (22/10/2026). Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan bibit sebelum masuk skema salur ke penerima manfaat di wilayah Sultra.
Monitoring dilakukan menyusul adanya kebakaran semak belukar di dekat lokasi pembibitan kakao. Namun setelah pengecekan di lapangan diketahui bahwa dampak sangat kecil. Beberapa bibit kakao terpapar efek panas sehiingga daun atas mengering, namun batang tetap hijau sehingga masih bisa recovery asalkan dilakukan penyiraman secara teratur. Jumlah bibit kakao yg kondisinya demikian hanya sekitar 1 persen dari total target penyediaan sebanyak 2,3 juta bibit kakao.
Selain itu pengelola pembibitan kakao CV Garis Indonesia telah mengantisipasi dengan menyiapkan bibit cadangan atau refraksi sebanyak 300 ribu batang sejak awal.
Sementara itu, tim juga memgecek kondisi pembibitan kelapa dalam yang dikelola oleh CV Lintas Kebun Indonesia, dengan target penyediaan sebanyak 242.000 batang bibit kelapa.
Kegiatan monitoring ini merupakan bagian dari upaya BRMP Sultra dalam melakukan pengawalan terhadap kesiapan penyediaan bibit untuk mendukung program hilirisasi perkebunan. Ketersediaan bibit dan kualitas bibit menjadi faktor penting dalam menunjang keberhasilan pengembangan komoditas kakao dan kelapa dalam.
Melalui monitoring tersebut, BRMP Sultra mendorong pengelola pembibitan dan pihak terkait untuk terus melakukan pemantauan kondisi bibit, mengoptimalkan langkah antisipasi terhadap risiko dampak perubahan iklim, serta menjaga kesiapan bibit sesuai target sehingga siap salur pada akhir tahun 2026.